Kenangan Terindah
Aku yang lemah tanpamu, aku yang rentan karena cinta yang............................... (Samsons, 2006)
Merana aku mendengar setiap kata yang terucap dari Bam, vokalis Samsons, saat ia menyanyikan lagu Kenangan Terindah.
Sesaat lagi matahari pasti terbit, merapi masih membuat jantung semakin cepat berdetak
siap untuk berhenti setiap saat,
nanti malam bulan dan bintang pasti bersinergi menyinari bumi dengan jemari cahayanya, meski kadang tersaput awan
So, life must go on, musn't it?
Kemarin, aku masak mie goreng dan makan pagi bersama teman-teman di kampus, seru. Dan yang ada dalam benakku adalah sms yang mengingatkan untuk makan setiap Jum'at menjelang siang. Dan melihatmu di depan sekretariat ..........................
Namun, takkan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah ............... (Samsons, 2006)
Merana aku mendengar setiap kata yang terucap dari Bam, vokalis Samsons, saat ia menyanyikan lagu Kenangan Terindah.
Sesaat lagi matahari pasti terbit, merapi masih membuat jantung semakin cepat berdetak
siap untuk berhenti setiap saat,
nanti malam bulan dan bintang pasti bersinergi menyinari bumi dengan jemari cahayanya, meski kadang tersaput awan
So, life must go on, musn't it?
Kemarin, aku masak mie goreng dan makan pagi bersama teman-teman di kampus, seru. Dan yang ada dalam benakku adalah sms yang mengingatkan untuk makan setiap Jum'at menjelang siang. Dan melihatmu di depan sekretariat ..........................
Namun, takkan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah ............... (Samsons, 2006)

1 Comments:
At 10:15 PM,
sieben said…
Sementara masih belum dapat kupejamkan mata,
Kupandangi bintang selarut pagi.
Kucoba hentikan kegelisahan ini.
Merekayasa setiap detik,membuatnya agar terdiam.
Menikmati bersamamu sebuah cerita.
Namun tak kuasa
Kemarin..
hari ini,
atau esok.
Perlahan hidup akan lepas satu persatu,
Karena kita terpaku pada sebuah perjalanan.
Aku hanya ingin berbisik,
"Maaf ya..."
Untuk setiap leburan air matamu,
Untuk setiap kepedihan hatimu,
Untuk setiap kesesakanmu,
karnaku.
Note:Hancurnya hati ini. Seandainya kau tahu.
Ah...seandainya saja, sayangku...
Post a Comment
<< Home