Waisak Malam, Bulan Purnama di Tepi Pantai
Kehidupan terus berlanjut:
Sejak pagi
saat adikku berulang tahun ke-20,
aku hanya terbaring di tempat tidur menikmati setiap hembusan nafas sambil mulai lagi membaca ChinMi dari No. 1.
Lalu telepon bersering mengabarkan status Merapi sudah meningkat menjadi "Awas",
aku berlari-lari mengabarkan ini kepada Ayah untuk dikoordinasikan lebih lanjut.
Kemudian aku tenggelam lagi menghayati peran ChinMi
Hingga sore hari, asistenku datang untuk mengabarkan dan pamit untuk tidak bisa membantu acara seminar dan perkuliahan Minggu depan karena harus tes di Rangkas, Jakarta.
Lalu teringat kebiasaan lama,
bulan purnama di tepi pantai.
Aku mandi dan persiapan untuk berangkat ke pantai Depok.
Biasanya sih, kalau Waisak, aku ama Yudo ke Mendut, Muntilan.
Namun purnama ini aku ingin ke Depok dan pulang mampir Gereja dan Candi hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.
Dan itulah yang terjadi,
sayang kadang-kadang purnama tersaput awan
dan aku tidak melihat rasi bintang Scorpio.
Oh ya, Rani dan pacarnya ikut
Selamat ulang tahun Rani.
Yogyakarta, 13 Mei 2006
Sejak pagi
saat adikku berulang tahun ke-20,
aku hanya terbaring di tempat tidur menikmati setiap hembusan nafas sambil mulai lagi membaca ChinMi dari No. 1.
Lalu telepon bersering mengabarkan status Merapi sudah meningkat menjadi "Awas",
aku berlari-lari mengabarkan ini kepada Ayah untuk dikoordinasikan lebih lanjut.
Kemudian aku tenggelam lagi menghayati peran ChinMi
Hingga sore hari, asistenku datang untuk mengabarkan dan pamit untuk tidak bisa membantu acara seminar dan perkuliahan Minggu depan karena harus tes di Rangkas, Jakarta.
Lalu teringat kebiasaan lama,
bulan purnama di tepi pantai.
Aku mandi dan persiapan untuk berangkat ke pantai Depok.
Biasanya sih, kalau Waisak, aku ama Yudo ke Mendut, Muntilan.
Namun purnama ini aku ingin ke Depok dan pulang mampir Gereja dan Candi hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.
Dan itulah yang terjadi,
sayang kadang-kadang purnama tersaput awan
dan aku tidak melihat rasi bintang Scorpio.
Oh ya, Rani dan pacarnya ikut
Selamat ulang tahun Rani.
Yogyakarta, 13 Mei 2006

1 Comments:
At 2:32 AM,
sieben said…
kekasihku,(ah seharusnya sudah tak bisa lagi kugunakan kata ini untukmu.harus kugunakan kata apa jika aku memang masih mengasihimu dan satu2nya orang yang kukasihi?seperti katamu dulu)senang mendengar kau baik2 saja. tapi entahlah kasihku(lagi2 kupakai kata ini)mengapa dada ini terasa perih?
apakah melihat kau bisa bangkit dan bersinar kembali seperti jauh saat sebelum kau mengenalku membuatku sedih? tidak,sayangku. salah.salah jika kau pikir demikian.
sekali lagi kupastikan aku sangat bahagia jika diijinkan melihat kebahagiaan dimatamu.
apa...?
kau bertanya tentang apa kasihku?(ah...aku bahkan sudah tak bisa mendengar suaramu)aneh. sungguh sangat aneh ketika mulai kusadari bahwa aku sangat aneh. tak pernah sedetikpun dirimu lepas dari benakku. mungkin hati ini sudah jadi milikmu. tapi kenapa ketika cintaku dan mungkin cintamu untukku(maaf aku tak bermaksud meragukanmu.mungkin lebih tepat ketakutanku yg sudah tak berguna)sedang bergelora,aku malah memilih untuk pergi?(sekali lagi apa ini hanya ketakutanku?)dan tak bisakah cinta kita bersatu...tanpa ada yang lain?mengapa?mengapa keadaan seperti ini sayangku?bukankah kau katakan kau mencintaiku?apakah dusta belaka,sayangku?(ah,benar katamu sayang.kita tak bisa menyalahkan.mungkin akupun sudah tahu jawabannya)sangat tahu..tahu bahwa kau mencintaiku tapi tak mungkin memiliki karena kau lebih memilih yg lain. iya kan,sayangku...? benar begitu kan..?
bodohnya aku ini. sungguh sangat bodoh,jika masih berharap. tapi mengapa hatiku tak bisa berhenti berharap...?(...bahkan berharap pun tak diperbolehkan)
kekasihku,
taukah kau...aku pernah tersenyum meski kuterluka,Karena kuyakin Tuhan tak menjadikanmu untukku....
Aku pernah menangis saat bahagia
Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja....
Aku pernah bersedih kala bersamamu.... Karena kutakut aku kan kehilanganmu suatu saat nanti....
Aku juga pernah tertawa saat berpisah denganmu....Karena sekali lagi sayangku, cinta tak harus memiliki....
Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku....
Aku tetap bisa mencintaimu, meski kamu tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,karena memang
Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Aku mencintaimu,kakak'ku sayang...
meski mungkin sudah tak ada lagi kita. yang ada hanya 'aku' dan 'kamu'...
so,life must go on,kan kak...?
Post a Comment
<< Home